AIR PERIUKAN – SHU LKMA Gapoktan Sumber Makmur, Desa Lawang
Agung Kecamatan Air Periukan tahun 2013 mengalami peningkatan, jika
dibandingkan dengan tahun 2012.
Ini diketahui, setelah kemarin (29/1) dilaksanakan Rapat Anggota
Tahunan (RAT). Dari rapat tersebut diketahui, SHU yang diperoleh tahun
2012 lalu sebesar rp 11.275.000. Sedangkan tahun 2013, naik menjadi Rp
25.551.000 atau mengalami peningkatan di atas 100 persen.
Diungkapkan Kepala Desa Lawang Agung, Kirman Effendi, S.Sos, usaha
LKMA Gapoktan Sumber Makmur ini, baru bergerak di bidang simpan pinjam.
Dengan jumlah aset sebesar Rp 141.925.872. Dari aset yang baru dimiliki
tersebut, untuk membuka usaha lain, mereka masih terkendala dengan
modal. “Tahun 2014 ini, kami berharap gapoktan ini dapat menjadi Lembaga
Keuangan Mikro (LKM). Sehingga dapat membawa kemajuan yang lebih
signifikan di Desa Lawang Agung,” kata Kirman.
Kirman menambahkan, hal tersebut dapat dicapai bila LKMA gapoktan mendapat
suntikan dana. Baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seluma,
Pemda Provinsi Bengkulu ataupun dana pusat. Peran PMT sangat diharapkan
untuk membantu pengembanguan usaha Gapoktan Desa Lawang Agung. Agar
dapat lebih maju dan berkembang lagi.
Untuk diketahui, dalam RAT yang dilaksanakan di kantor Kepala Desa
Lawang Agung ini, merupakan RAT yang kedua, sejak gapoktan ini menerima
dana PUAP sebesar Rp 100 juta. RAT ini juga merupakan kekuasaan
tertinggi dalam Gapoktan Sumber Makmur, yang menaungi 5 kelompok tani di
Desa Lawang Agung. Lima kelompok tani tersebut ialah Kelompok Tani
Sumber Makmur (SM) 1, SM 2, SM 3, SM 4 dan Tunas Baru dengan jumlah
anggota sebanyak 118 orang.
RAT Gapoktan Sumber Makmur ini juga dihadiri Camat Air Periukan,
Kepala BP3K Sukaraja, PPK, PPL, PMT, Kepala Desa Lawang Agung, serta
seluruh anggota yang tergabung di dalam Gapoktan Sumber MAkmur Desa
Lawang Agung. (ctr/krn)
radarseluma.com