LKMA Gapoktan Mekar Layar Adakan RAT Perdana

Diposting oleh Maz Duikin on Rabu, 16 Juli 2014


Langensari. Bertempat di ruangan SMP IT Hafifudin Arrohimah, Minggu (24/3) Gabungan Kelompok Tani (LKMA Gapoktan) Mekar Layar Desa Tenjolayar Kecamatan Cigasong ,yang dihadiri BP4K Kabupaten majalengka, BP3K Cigasong, Camat Cigasong, Kepala Desa Tenjolayar dan anggota kelompok tani, mengadakan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) penyaluran dana LKMA PUAP yang diterima pada September 2011 dan sekaligus RAT (Rapat Anggota Tahunan) LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis ) yang mengelola keuangan dana PUAP di Gapoktan Mekar Layar.

Dalam sambutannya ketua Gapoktan Sunarto A Md. (38) mengatakan,”Kami selaku pengurus meminta maaf karena dalam mengelola organisasi petani ini masih banyak kekurangan yang perlu bimbingan dari semua unsure terkait dikarenakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang masih sangat perlu mendapatkan arahan dan bimbingan, karena kebanyakan anggota kami 85% menempuh jenjang pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar.

Adapun SHU (Sisa Hasil Usaha) dari dana yang digulirkan Rp 100 000 000,- tercatat laba laba kotor Rp 10 000 000,- dengan rincian penggunaan Rp 7 000 000,- untuk melengkapi sarana penunjang dan biaya oprasional setahun ditambah biaya RAT sehingga Gapoktan mendapatkan laba bersih Rp 3 000 000,- , realisasi pinjaman dipokuskan pada petani penggarap sawah,penggemukan ternak dan penambahan modal usaha mikro kaum perempuan.”

Dalam sambutannya BP4K Kabupaten Majalengka memberikan respon baik walaupun kelompok ini masih baru tetapi sudah dapat mengelola keuangan yang dikucurkan pemerintah untuk dikembangkan dengan baik .Bahkan kelompok ini rangking ke 17 dari sekian puluh kelompok yang ada di Kabupaten Majalengka yang sudah bisa mengadakan RAT.


http://tenjolayar.desamembangun.or.id



More aboutLKMA Gapoktan Mekar Layar Adakan RAT Perdana

Rp 13,7 M Dana LKMA-PUAP Tersalur di Banjarnegara

Diposting oleh Maz Duikin


(BANJARNEGARA) - Sejak tahun 2008 sampai tahun 2011, terdapat 137 Desa dan Gabungan Kelompok Tani (LKMAGapoktan) penerima dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP dengan total nilai sebesar Rp 13,7 Milyar.

Dana tersebut digunakan untuk Penguatan Modal Usaha Agribisnis bagi para petani, buruh tani dan rumah tangga miskin di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan.

Sekretaris Tim Teknis Kabupaten Sulistoro, SP, menyampaikan PUAP yang merupakan bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri juga bertujuan agar LKMA Gapoktan Pelaksana PUAP memiliki Unit Usaha Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKM-A) yang berfungsi sebagai Bank Tani milik Gapoktan. Tugas LKM-A diantaranya adalah menerima pinjaman dan angsuran anggota, serta menerima tabungan anggota. “Sumber dana LKM-A berasal dari dana Bantuan Langsung Mandiri  PUAP yang besarnya Rp 100 juta masing-masing Gapoktan pelaksana” katanya.

Alokasi dana sebesar Rp 100 juta tersebut, lanjutnya, langsung dikirim ke rekening Gapoktan. Melalui LKM-A dipergunakan untuk penguatan modal usaha produktif agribisnis, diantaranya Usaha budi daya tanaman pangan, holtikultura, peternakan, dan perkebunan. Selain itu dipergunakan juga untuk usaha non budidaya seperti industri rumah tangga petani, pemasaran hasil pertanian dan usaha lain yang berbasis pertanian. “Semua pinjaman yang diberikan harus sesuai dengan Rencana Usaha Bersama yang sebelumnya diajukan oleh Gapoktan” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara Marsudi, SP menyatakan agar semua kegiatan terkoordinasi dengan baik maka diperlukan adanya Rakor. Rakor diselenggarakan selama satu hari di Rumah Makan Eksotik Sokanandi dengan tujuan untuk mempersatukan pemahaman, persepsi dan tindakan dari Tim Teknis dalam menjalankan Tugas Pendampingan dan Pengawalan Pelaksanaan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). “Selain itu, Rakor ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PUAP yang telah berjalan sekaligus sebagai forum koordinasi demi keberhasilan PUAP di Banjarnegara” katanya.

Hadir pada kegiatan ini 60 orang peserta yang terdiri dari Tim Teknis Tingkat kabupaten sebanyak 20 orang dan tim Teknis Tingkat Kecamatan sebanyak 40 orang. (**--ebr)
http://www.banjarnegarakab.go.id


More about Rp 13,7 M Dana LKMA-PUAP Tersalur di Banjarnegara

LKMA sumber Rezeki Terima Penghargaan dari Presiden

Diposting oleh Maz Duikin


MedanBisnis - Medan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Deliserdang Sabam Sagala mengapresiasi kemajuan petani khususnya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Rukun dan Lembaga Keuangan Mikro LKMA Sumber Rezeki. Kedua lembaga ini berhasil meningkatkan pembangunan pertanian khususnya di Deliserdang.
"Gapoktan Berkat Rukun dan LKMA Sumber Rezeki berhasil menjadi lembaga terbaik tingkat nasional. Dan, pada tanggal 17 Agustus bertepatan HUT Kemerdekaan RI, kedua lembaga ini akan menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang akan diberikan di Istana Presiden," kata Sabam kepada wartawan, Kamis (15/8) saat melepas keberangkatan para pengurus lembaga ke Jakarta.

Menurut Sabam, para petani yang berangkat adalah Abdul Rahman selaku ketua Gapoktan Berkat Rukun, Nawan (Sekretaris), Suhendro (Bendahara) dan Damiri selaku pengurus Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) dari Desa Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak.

Sedangkan penerima penghargaan LKM diwakili oleh David Setiadi Nasution selaku manager dari Desa Tanjung Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan.

"Keberhasilan kedua lembaga pertanian ini sebagai bukti bahwa petani kita mulai maju tidak hanya dari bertanam saja tetapi juga dalam mengelola lembaga itu. Dan, ini tidak terlepas dari peran serta Dinas Pertanian Deliserdang terutama para tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan HKTI Deliserdang sendiri," kata Caleg DPRD Sumut dari Dapil 3, Kabupaten Deliserdang ini.

Ketua Infokom Partai Demokrat Sumut ini juga mengatakan, untuk lebih memajukan dunia pertanian, HKTI Deliserdang bersama Dinas Pertanian setempat pada November 2013 akan mengajak sejumlah petani untuk studi banding ke Thailand.

"Kita pilih Thailand karena di sana pertaniannya sudah maju. Petani di sana mampu menghasilkan produktivitas padi hingga 25 ton per hektare sementara kita masih berada pada angka 7 - 8 ton per hektare," kata Sabam didampingi Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Hamparan Perak Asril Haris Abrakha dan peneliti HKTI Deliserdang Nasional Ginting.

HKTI juga kata pemilik nomor urut 7 ini, akan terus merangkul petani dalam mengadopsi teknologi dalam memajukan sektor pertanian yang akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup petani menjadi lebih sejahtera.

Karena tanpa teknologi, pertanian akan sulit maju. "Inilah salah satu cara HKTI Deliserdang untuk melepaskan ketergantungan pangan dari negara luar. Kita harus bisa menekan impor terutama impor bahan pangan karena Sumut memiliki sumber daya alam yang luar biasa untuk menghasilkan pangan," tegas Sabam.

Sementara Ketua Pelaksana Penyuluh Pertanian Deliserdang Lomo Hutabalian mengatakan, keberangkatan kedua lembaga ini ke Istana Presiden untuk menerima penghargaan diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas pertaniannya.

Kedua lembaga ini, kata Lomo, mampu meningkatkan kesejahteraan petani tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya saja tetapi juga dalam mengelola keuangan lembaga. Petani yang tergabung dalam kelompok tersebut tidak lagi kesulitan dalam permodalan saat akan melakukan usaha tani. Sebab, modal untuk kebutuhan bertanam sudah tersedia dalam Gapoktan dan LKM tersebut dengan jasa yang sangat rendah.

Ketua Gapoktan Berkat Rukun Abdul Rahman mengatakan, saat ini jumlah kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Berkat Rukun sebanyak 15 kelompok yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan ternak.

"Gapoktan kami telah mandiri baik dari segi keuangan maupun dari segi kelembagaan. Kami juga sudah mampu membuat kantor sendiri meskipun masih sangat sederhana serta usaha dagang," kata Rahman yang juga Ketua HKTI Kecamatan Hamparan Perak.

Segala kebutuhan anggota Gapoktan seperti benih, pupuk dan obat-obatan kata Rahman sudah terpenuhi dari usaha dagang yang mereka kelola. (junita sianturi)


More aboutLKMA sumber Rezeki Terima Penghargaan dari Presiden

Sosialisasi pemetaan LKMA dan LKMS yang belum berbadan hukum

Diposting oleh Maz Duikin


Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RI bekerjasama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Kamis (25/11) lalu menyelenggarakan “Sosialisasi Perkoperasian Dalam Rangka Pemetaan Lembaga Keuangan Mikro LKMA / LKMS Yang Belum Berbadan Hukum” di Hotel Nikki, Jl. Gatot Subroto - Denpasar dengan mengundang peserta 100 orang, terdiri dari unsur Kelompok Ekonomi Produktif / LKM, seperti :

Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Kelompok Ternak, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Perikanan dan Pra Koperasi se-Bali dan dari unsur Pejabat Instansi Teknis Pembina LKMA / LKMS , seperti : Bappeda Provinsi Bali, Biro Ekonomi Setda Provinsi Bali, Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Dekopinwil Provinsi Bali dan Kepala Dinas Koperasi se-Bali.

Tujuan diselenggarakannya sosialisasi, untuk menginformasikan tentang badan hukum terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Koperasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, agar LKM yang belum berbadan hukum direkomendasi segera berbadan hukum. Guna memberikan pemahaman kepada peserta, Panitia menghadirkan 3 orang sebagai narasumber;

1. Ir. Gontam Siahaan (Anggota Tim Sosialisasi Perkoperasian Dalam Rangka Pemetaan LKM yang belum berbadan hukum),
2. I Gede Indra, SE.MM (Kepala Bidang Bina Lembaga Koperasi, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali),
 3. I Gusti Putu Parwata, SE (Ketua KSP Duta Sejahtera) dan sebagai moderator, I Gst. Md. Adi Kusuma (Pranata Humas Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali).

Sosialisasi dibuka Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH.MH, dalam sambutannya mengatakan, cukup banyak kelompok-kelompok ekonomi produktif yang ada di masyarakat berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat di sekitarnya. Namun untuk mengembangkan usahanya mengalami kendala di dalam mengakses baik pasar, permodalan maupun teknologi yang dibutuhkan karena belum berbadan hukum.

Pemerintah melalui instansi teknis Tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kelompok-kelompok ekonomi produktif ini untuk diperkuat statusnya menjadi badan usaha yang berbadan hukum, dalam hal ini berbentuk “Koperasi”. Dengan telah diperkuat statusnya menjadi badan hukum koperasi, akan lebih mudah meningkatkan akses terhadap sumber modal, teknologi, pasar, informasi, SDM, organisasi dan manajemen yang nantinya sangat berpotensi untuk mengembangkan kegiatan usaha bagi kemanfaatan anggotanya.
Diakhir sambutannya, Dewa Patra mengapresiasi setinggi-tingginya dan berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM RI khususnya Deputi Pembiayaan, menetapkan Bali sebagai salah satu dari 6 Provinsi di Indonesia dijadikan tempat pelaksanaan sosialisasi dan berharap peserta yang terdiri dari kelompok ekonomi produktif / LKM memperoleh pemahaman untuk nantinya dapat meningkatkan statusnya menjadi badan usaha yang berbadan hukum dalam wadah “koperasi”.
 www.diskopukm.baliprov.go.id 


More aboutSosialisasi pemetaan LKMA dan LKMS yang belum berbadan hukum

LKMA Segera jadi Koperasi

Diposting oleh Maz Duikin


Padang, Padek—Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di tengah masyarakat terus berkembang. Modal dana yang berasal dari Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (LKMA-PUAP) sekarang mencapai Rp95 miliar yang tersebar pada 842 LKMA di seluruh kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Mentawai. Sayangnya, lembaga keuangan ini belum memiliki badan hukum. Untuk itu diharapkan LKMA segera menjelma menjadi koperasi.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Peran dan Strategi Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) menjadi Koperasi, dipimpin Asisten II Bidang Ekbang Setdaprov Syafrial didampingi Kepala Biro Perekonomian Wardarusmen, Jumat (29/6), di Padang.
”Komitmen kita ini sebenarnya sudah diamanatkan dalam Nota Kesepakatan Bersama Kementrian Pertanian dengan Kementrian Koperasi dan UKM tanggal 14 Januari 2011, tentang Pembinaan dan fasilitasi Gabungan Gapoktan Membentuk Koperasi Pertanian. Begitu pula dengan Kesepakatan Bersama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian BUMN tanggal 23 Seotember 2010, tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Koperasi melalui Program Kemitraan Usaha Kecil BUMN,” ujar Syafrial.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Achmad Kharisma mengatakan, sampai saat ini keberadaan LKMA menghimpun dana masyarakat belum dipayungi UU tersendiri. Padahal, setiap pihak yang melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk simpanan wajib memperoleh izin usaha sebagai bank umum atau BPR dari BI, kecuali diatur dengan UU tersendiri.
Sedangkan penghimpunan dana dan menyalurkannya kembali yang dilakukan koperasi, diatur dalam UU No 25/1992 tentang Koperasi.
”Karena LKMA belum memiliki UU sendiri, maka alternatif yang tepat bagi LKMA yang aktif melayani anggotanya dapat mengembangkan kelembagaannya menjadi koperasi,” terang Achmad.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Djoni menyebutkan, dalam perkembangannya, sebagian kecil Gapoktan/LKMA sudah memiliki badan hukum baik berupa akte notaris, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Koperasi Serba Usaha (KSU), jumlahnya sekitar 82 unit. Sebanyak 31 Gapoktan/LKMA juga sudah bermitra dengan perbankan dan swasta.
Pembinaan LKMA yang mengelola dana cukup besar ini, tidak lagi dapat dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumbar, tetapi harus ditangani Dinas Koperasi dan UKM. Untuk tahap awal ini, LKMA yang memenuhi persyaratan menjadi koperasi akan dijadikan model. (*)

padangekspress.co.id

 
More aboutLKMA Segera jadi Koperasi

Anggota DPR nilai bantuan LKMA PUAP Gapoktan terlalu kecil

Diposting oleh Maz Duikin


Painan, Sumbar (ANTARA News) - Bantuan sosial oleh pemerintah melalui Program Pemberdayaan Usaha Agribisnis Pedesaan LKMA (PUAP) di Rp100 juta kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat dinilai terlalu kecil, kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Darizal Basyir.

"Saya sudah datangi salah satu LKMA Gapoktan di kabupaten ini dalam rangka reses beberapa hari lalu. Saya menilai bantuan sosial PUAP itu sangat kecil, sehingga kurang bermanfaat bagi masyarakat untuk penunjang usaha pertaniannya, " kata Anggota Fraksi Partai Demokrat itu ketika dihubungi di Painan, Selasa.

Setelah dilakukan evaluasi di lapangan terhadap LKMA Gapoktan Taluk Tigo Sakato Kecamatan Batangkapas, Pesisir Selatan pada Jumat lalu, anggaran Rp100 juta kepada Gapoktan itu dengan anggota mencapai 700 orang, maka masing-masing anggota hanya dapat menikmati rata-rata Rp150 ribu untuk penunjang usaha pertaniannya.

Jumlah itu, kata dia sangat kecil dibanding kebutuhan biaya yang harus dipenuhi untuk bertani, sehingga dana itu tidak dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan penyaluran bantuan sosial LKMA PUAP tersebut.

Menurut dia, dana bantuan sosial melalui LKMA PUAP itu perlu dilakukan penambahan.

"Jika tidak dilakukan penambahan, penyalurannya hanya cukup untuk kelompok tani saja, tetapi bukan melalui Gapoktan," katanya.

Bila disalurkan lewat Gapoktan, lanjut Darizal, pemanfaatan bantuan itu akan sulit tercapai karena nilai nominal bantuan itu terlalu kecil.

"Saya yakin bila bantuan program LKMA PUAP ini masih disalurkan kepada Gapoktan dengan tidak menambah nilai nominalnya, maka pemanfaatannya tetap tidak akan maksimal oleh masyarakat (petani). Namun nilai nominal itu akan cukup apabila penyalurannya hanya bagi kelompok tani, " ujar dia.

Darizal berjanji akan membawa hasil evaluasi terhadap salah satu LKMA gapoktan di Pesisir Selatan itu ke tingkat pusat dan akan dibicarakan kepada Kementerian Pertanian.

Editor: Aditia Maruli
antaranews.com 
More aboutAnggota DPR nilai bantuan LKMA PUAP Gapoktan terlalu kecil

Bp4k tegal adakan temu teknis dengan LKMA gapoktan

Diposting oleh Maz Duikin

Tegal – Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (BP4K) KabupatenTegal, Kamis (21/11) mengadakan temu teknis Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menuju LKM-A Gapoktan berbadan hukum di Aula SMK Negeri 1 Slawi. Acara tersebut dihadiri 50 Gapoktan dari 287 Gapoktan yang ada di Kabupaten Tegal.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BP4K Kabupaten Tegal, Ir. Bambang Susanto,MM, dan dari Dinas Koperasi UKM dan Pasar Kabupaten Tegal yang diwakili oleh Juli Kardi dari Bagian Koperasi. Dalam sambutannya, Kepala BP4K mengatakan, pengelolaan Gapoktan di tahun ke 4 setelah menerima program PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan ) sudah berbadan hukum koperasi.

Ke depan, kata Bambang, supaya LKMA Gapoktan tidak hanya mengelola simpan pinjam saja, namun harus sudah bisa diversifikasi usaha. Dia mencontohkan, misalnya LKMA Gapoktan menyediakan kebutuhan pokok. Karena salah satu penilaian terhadap LKMA Gapoktan yang bagus, kata Bambang melanjutkan, adalah LKMA Gapoktan yang punya diversifikasi usaha.

Berkaitan supaya Gapoktan di Kabupaten Tegal berbadan hukum koperasi, di hadapan pengurus Gapoktan, Juli Kardi, dari Dinas Koperasi, UKM dan Pasar KabupatenTegal, menjelaskan mekanisme aspek manajemen koperasi dan tatacara mendapatkan badan hukum koperasi.

Dia menjelaskan, untuk bisa mendapatkan badan hukum koperasi, maka Gapoktan terlebih dulu harus melalui serangkaian tahapan, seperti penyuluhan kepada anggota soal koperasi yang harus di ketahui dinas koperasi. Setelah itu membuat anggaran dasar koperasi yang disahkan notaris. Selanjutnya membuat pengajuan pengesahan badan hukum koperasi ke kementerian koperasi melalui dinas koperasi setempat. (*)

eksposrakyat.net

More aboutBp4k tegal adakan temu teknis dengan LKMA gapoktan

SHU LKMA gapoktan sumber makmur meningkat

Diposting oleh Maz Duikin

AIR PERIUKAN – SHU LKMA Gapoktan Sumber Makmur, Desa Lawang Agung Kecamatan Air Periukan tahun 2013 mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan tahun 2012.
Ini diketahui, setelah kemarin (29/1) dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dari rapat tersebut diketahui, SHU yang diperoleh tahun 2012 lalu sebesar rp 11.275.000. Sedangkan tahun 2013, naik menjadi Rp 25.551.000 atau mengalami peningkatan di atas 100 persen.
Diungkapkan Kepala Desa Lawang Agung, Kirman Effendi, S.Sos, usaha LKMA Gapoktan Sumber Makmur ini, baru bergerak di bidang simpan pinjam. Dengan jumlah aset sebesar Rp 141.925.872. Dari aset yang baru dimiliki tersebut, untuk membuka usaha lain, mereka masih terkendala dengan modal. “Tahun 2014 ini, kami berharap gapoktan ini dapat menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Sehingga dapat membawa kemajuan yang lebih signifikan di Desa Lawang Agung,” kata Kirman.

Kirman menambahkan, hal tersebut dapat dicapai bila LKMA gapoktan mendapat suntikan dana. Baik dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seluma, Pemda Provinsi Bengkulu ataupun dana pusat. Peran PMT sangat diharapkan untuk membantu pengembanguan usaha Gapoktan Desa Lawang Agung. Agar dapat lebih maju dan berkembang lagi.

Untuk diketahui, dalam RAT yang dilaksanakan di kantor Kepala Desa Lawang Agung ini, merupakan RAT yang kedua, sejak gapoktan ini menerima dana PUAP sebesar Rp 100 juta. RAT ini juga merupakan kekuasaan tertinggi dalam Gapoktan Sumber Makmur, yang menaungi 5 kelompok tani di Desa Lawang Agung. Lima kelompok tani tersebut ialah Kelompok Tani Sumber Makmur (SM) 1, SM 2, SM 3, SM 4 dan Tunas Baru dengan jumlah anggota sebanyak 118 orang.

RAT Gapoktan Sumber Makmur ini juga dihadiri Camat Air Periukan, Kepala BP3K Sukaraja, PPK, PPL, PMT, Kepala Desa Lawang Agung, serta seluruh anggota yang tergabung di dalam Gapoktan Sumber MAkmur Desa Lawang Agung. (ctr/krn)

radarseluma.com

More aboutSHU LKMA gapoktan sumber makmur meningkat

Pembinaan LKMA gapoktan oleh kepala dinas pertanian banyuwangi

Diposting oleh Maz Duikin

30-10-2012 | Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan .

MUNCAR, BANYUWANGI. Bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Muncar, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi Ir. Ikrori Hudanto melakukan pembinaan terhadap pengurus Gabungan Kelompok Tani LKMA (Gapoktan) Sumber Mulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Pembinaan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengawasan dan pengawalan terhadap Gapoktan yang telah menerima dana bantuan Program Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) senilai Rp. 100 juta.

Diketahui bahwa Gapoktan Sumber Mulyo menerima bantuan Program PUAP sejak bulan November 2010. Sampai bulan ini nilai modal telah berkembang menjadi Rp. 108 juta itupun sudah bersih setelah dipotong biaya operasional Gapoktan dan Sisa Hasil Usaha (SHU) ungkap Sugito Ketua Gapoktan Sumbermulyo.
Gapoktan Sumbermulyo merupakan salah satu dari 143 Gapoktan di Kabupaten Banyuwangi yang menerima bantuan Program PUAP dari Kementerian Pertanian dari Tahun Anggaran 2008-2012.

 Pemerintah mengucurkan bantuan senilai Rp. 100 juta untuk masing-masing Gapoktan. Menurut Kepala Dinas, sejak tahun 2008 sampai sekarang pemerintah telah mencairkan Program PUAP senilai Rp. 14,3 M. Dana tersebut sampai sekarang telah berkembang menjadi Rp. 16,07 M. Dari 143 Gapoktan pengelola dana PUAP telah terbentuk 13 Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) pada tahun 2011 dan tahun ini akan bertambah 15 unit LKM-A.

 “Dengan terbentuknya unit LKM-A pada Gapoktan akan meningkatkan efisiensi pengelolaan dana PUAP, karena dalam sistem LKM-A pengelolaan keuangan akan dikelola para professional yang ditunjuk oleh Gapoktan. Dalam posisi ini Gapoktan adalah sebagai pihak pemegang saham” lanjutnya.
Kepala Dinas Pertanian Hutbun menambahkan bahwa Gapoktan harus “smart” dalam mengelola dana PUAP. Untuk meningkatkan nilai capital modal, Gapoktan dapat menghimpun dana dari Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib anggota. Kedepan diharapkan Gapoktan melalui unit LKM-Anya dapat menaungi semua akses permodalan dari petani anggota.

Sarana dan prasarana petani anggota dapat tercukupi dari Gapoktan. Kalau modalnya sudah besar, selain unit simpan pinjam yang telah dikelola, Gapoktan dapat masuk ke pemasaran hasil pertanian anggota. Sehingga mengurangi praktek ijon oleh para tengkulak yang sampai hari ini masih banyak ditemui dilapangan.

http://portal.banyuwangikab.go.id

More aboutPembinaan LKMA gapoktan oleh kepala dinas pertanian banyuwangi

LKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Bae Kudus Bukukan Laba Rp 122,6 Juta

Diposting oleh Maz Duikin

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Menjelang tutup buku anggaran, LKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Desa Bae, Kecamatan Bae, mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Balai Desa Bae, Rabu (5/3/2014).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Camat Bae, Kepala Desa bae, BPD Bae, PPL Pertanian di wilayah Kecamatan Bae, dan pengurus LKMA Gapoktan Tambah Makmur.

Ketua LKMA Gapoktan "Tambah Makmur", Moch. Rukin mepada awal berdirinya Gapoktan tersebut pada tahun 2010 anggotanya hanya 25 orang saja. Seiring berjalannya waktu, sampai dengan tahun 2013 anggota LKMA Gapoktan Tambah Makmur menjadi 73 orang.
"Gapoktan Tambah Makmur itu awalnya terbentuk dari 5 kelompok tani yang ada di Desa Bae," katanya.
Pada RAT yang ke-3 ini, LKM Gapoktan "Tambah Makmur" telah membukukan laba sebesar Rp. 122.607.821. Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana bantuan melalui LKM Gapoktan.

Dia menjelaskan, bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan pinjam di bidang pertanian non perikanan. Besarnya pinjaman kepada anggota maksimal adalah Rp. 2 juta yang bisa diangsur selama 12 bulan.
Camat Bae, Abdul Halil mengatakan, bahwa adanya anggapan masyarakat yang mengira dana PUAP adalah dana hibah untuk dipinjam dan tidak perlu dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah kepada masyarakat perlu diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya," katanya. (*)

More aboutLKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Bae Kudus Bukukan Laba Rp 122,6 Juta

BKP3 dan TPH Rohul Gelar Mimbar Sarasehan dengan Kementan RI

Diposting oleh Maz Duikin

BERITA RIAU (ROKAN HULU),situsriau.com-Badan Ketahan Pangan Penyuluhan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) dan Dinas Tanaman Pangan dan Holti Kultura (TPH) Rohul gelar mimbar sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Apresiasi Lembaga Mikro Agrobisnis (LKMA) kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kemntan) RI di salah Hotel di Kota Pasir Pangaraian, Kamis (24/10/2013).

Mewakili Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSI yitu Kepala BKP3 Rohul Ir. Ruslan, MSi, menyampaikan, para petani umumnya tinggal di pedesaan mereka harus memiliki kemampuan dalam merencanakan, mengelola dan mengembangkan usaha tani, guna untuk mensejahterakan mereka dan keluarganya.  Maka menciptkan petani tangguh itu dimulai dari tangguhnya kelembagaan pemerintah dan non pemerintah untuk mengelolanya.

Dalam forum mimbar sarasehan ini akan terjalin dialog para kontak  tani nelayan dengan pemerintah untuk membangun pertanian, kata Ruslan termasuk strategi peningkatan Gapoktan menjadi LKM-A agar para pertani mendapat akses ke sumber permodalan, maka KTNA itu harus berperan aktif di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya diterangkan Kepala BKP3 Rohul, program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian LKMA (PUAP) termasuk terobosan dari Kementan RI untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha agrobisnis di pedesaan. LKMA PUAP itu jadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), maka Gapoktan pelaksana LKMA PUAP itu harus masuk dalam tahapan kemandirian ekonomi masyarakat.

Di Rohul program PUAP dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu, bahkan Gapoktan di Rohul sudah mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP sampai tahun 2013, Kata Ruslan, Gapoktan sebanyak 144 berada di 144 Desa, tersebar di 16 Kecamatan telah banyak memberi manfaat bentuk fasilitasi pembiayaan usaha ekonomi produktif.

Ketua Panitia Erbina mengatakan, mimbar sarasehan KTNA dan Apresiasi pembentukan LKM-A itu dilaksanakan bertujuan, terciptanya pertukaran informasi tentang tata cara pembentukan LKM-A  sebagai akses permodalan serta asuransi investasi, meningkatkan wawasan pengetahun Gapoktan dan KTNA agar berperan aktif membetuk LKM-A mandiri dan profesional.

Peserta dalam sarasehan itu dari anggota Gapoktan sebanyak 100 orang, tampil sebagai pemateri Direktorat Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP Kemantan RI Ir. Ikhwan, MM dengan materi kebijakan program PUAP dan Tata cara pemebntukn LKM-A, PT. Zurich Topas Life sosialiasi produk unit Link asuransi dan investasi, dan dari BRI  Kanca Pasir Pangaraian  Tata cara penyaluran SKIM Kredit KUR dan KKPE.

Hadir dalam kesempatan, selain dari Kementan-RI juga dihadiri Kepala, Dinas, Badan, Kantor, Pengurus KTNA se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Badan (UPTB) se Rohul, Pengurus KTNA Tingkat Kecamatan se Rohul Pengurus Gapoktan dan lainnya. (adv/hms)



More about BKP3 dan TPH Rohul Gelar Mimbar Sarasehan dengan Kementan RI

LKMA Gapoktan Lestari Nagori Sitalasari Gelar Rapat Anggota Tahunan

Diposting oleh Maz Duikin

Siantar-andalas LKMA Gapoktan Lestari Nagori Sitalasari Kecamatan Siantar, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-3 di Aula Gapoktan tersebut, kemarin. Ketua Gapoktan Lestari, Basmin Sianipar mengatakan, pada awal berdirinya Gapoktan tersebut tahun 2010 lalu anggotanya hanya 68 orang, kini anggotanya telah bertambah menjadi 98 orang.

Saat ini, Gapoktan Lestari telah berhasil membukukan laba sebesar Rp 172.837.221. Sementara dana pertama kali digulirkan sebesar Rp 100 juta dari anggaran BLM PUAP Kementerian Pertanian.
Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana sebesar Rp 100 juta dari bantuan BLM PUAP, yang dikembangkan melalui LKM Gapoktan dan bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan pinjam di bidang pertanian dan non perikanan.

Besarnya pinjaman kepada anggota maksimal Rp 2 juta yang bisa diangsur selama 12 bulan. Kesuksesan Gapoktan ini tidak terlepas dari peranserta seluruh Kelompok Tani, PPL, pangulu dan anggota kelompok. "Hal ini tercapai, karena kita selalu menerapkan transparansi dan kejujuran, petani betul-betul mendapat sentuhan pemberdayaan,"kata Sianipar.
Pinjaman yang diberikan berbasis pertanian, seperti warga tidak mempunyai lahan, dan banyak warga yang mempunyai usaha usaha. Keberhasilan juga berkat pembinaan BP4K(Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan).
"LKMA Gapoktan Lestari tahun 2013 meraih juara 1 tingkat Kabupaten Simalungun dan juara 4 pada tingkat Sumatera Utara serta dipercaya mengikuti studi banding ke Jawa Barat Juli 2013,"ungkapnya.
Camat Kecamatan Siantar Kandace Naborhu SE mengatakan, adanya anggapan masyarakat yang menyebut dana PUAP adalah dana hibah untuk dipinjam dan tidak perlu dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah kepada masyarakat perlu diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya dan Gapoktan Lestari perlu menjadi contoh bagi kelompok tani lain yang menerima dana PUAP,"katanya.
Sementara, Suherman ST selaku konsultan atau PMT (Penyedia Mitra Teknik) mengatakan, Gapoktan Lestari sudah harus melakukan musyawarah meningkatkan menjadi LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis), karena manajemen keuangan Gapoktan itu dalam keadaan sehat.
"Banyak Gapoktan di Simalungun, hanya Gapoktan Lestari yang berhasil mengelola bantuan keuangan dari Kementerian Pertanian dengan baik tanpa ada masalah,"sebutnya.
Pada pelaksanaan RAT tersebut, juga dilakukan pemilihan kepengurusan yang baru periode 2014. Basmin Sianipar terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua. Sedangkan, jabatan sekretaris dipercayakan kepada Suyarmin dan Bendahara Sugianto.(LN)

Harianandalas.com

More about LKMA Gapoktan Lestari Nagori Sitalasari Gelar Rapat Anggota Tahunan

LKMA gapoktan ende, flotim dan lembata ikut pelatihan

Diposting oleh Maz Duikin

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Ende bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan/BBPP Kupang menyelenggarakan pelatihan khusus tentang Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberdayakan sekaligus pengembangan Gabungan Kelompok Tani/Gapoktan yang ada di Kabupaten Ende, Flores Timur (Flotim) dan Lembata menjadi modal dasar pembentukan Lembaga keuangan Mikro-Agribisnis LKM-A di wilayah masing-masing. Hal ini disampaikan Bupati Ende Don Bosco M.Wangge dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda.Kabupaten Ende Ir.Don Randa Ma, pada acara pembukaan pelatihan Program pengembangan Agribisnis Perdesaan/PUAP bagi pengurus Gabungan kelompok Tani/Gapoktan se-Kabupaten Ende, Flotim dan Lembata (Selasa/23-04-2013) di wisma Emaus Ende. Bupati Don selanjutnya mengatakan, program PUAP merupakan program pemberdayaan petani untuk mendorong pertumbuhan usaha agribisnis dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan di perdesaan sekaligus menjadi pendukung utama Program Nasional pemberdayaan Masyarakat(PNPM) Mandiri. Menurut Bupati Don, Gapoktan sebagai kelembagaan tani yang melaksanakan program PUAP harus mampu memberdayakan kelompok tani dengan menggalang kepentingan bersama secara kooperatif agar kelompok tani lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam penyediaan sarana produksi pertanian, pemasaran serta kerja sama dalam peningkatan posisi tawar.” Kita harapkan pola pikir petani sekarang dan kedepannya berwawasan agribisnis dan menjadi wirausahawan handal di perdesaan sehingga dapat meningkatkan pendapatan yang berdampak pada peningkatan taraf hidup petani” jelas Bupati Wangge. Dari aspek fasilitasi pembiayaan, demikian Bupati Don, PUAP merupakan program yang memberikan kemudahan akses petani untuk mendapatkan pelayanan pembiayaan melalui tata oleh Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani. Harus diakui, kata Bupati Don, selama ini petani usaha mikro tidak memiliki akses untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya mengingat skala usaha yang dikelola petani sangat mikro sehingga tidak layak dari aspek perbankan. Dana PUAP yang disalurkan ini dikelola dengan mekanisme bergulir kepada anggota tani sebagai pinjaman sehingga pada fase pembentukan Lembaga Keuangan Mikro-Agribisnis/LKM-A Gapoktan mendapat peingkatan akumulasi modal melalui dana keswadayaan yang dikumpulkan oleh anggota melalui tabungan atau saham anggota. Pelatihan ini akan berlangsung dari tanggal 23 s/d 27 April 2013 dengan melibatkan 40 pengurus Gapoktan dari kabupaten Ende, Flotim dan Lembata.(elsa-Humas Pemkab Ende).- 

Beritaende.com

More aboutLKMA gapoktan ende, flotim dan lembata ikut pelatihan

Launching LKM-A Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil

Diposting oleh Maz Duikin on Selasa, 15 Juli 2014

Berita Koran “Banten Raya Post”==Pelaku usaha kecil umumnya sulit mengakses modal perbankan. Hadirnya lembaga keuangan mikro tentu membawa angin segar. apalagi jika lembaga itu beroperasi atas dasar prinsip bagi hasil (profit sharing), bukan atas dasar bunga riba seperti jamaknya lembaga perbankan.

Bertempat di kantor Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Rabu (29/12), Gabungan Kelompok TAni (Gapokan) Mandiri memperkenalkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM-A) yang mengelola bantuan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (LKMA-PUAP) senilai Rp 100 juta dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan usaha masyarakat.

Kepala Kanwil Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten Kementerian Pertanian Mewa mengatakan, PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap maupun rumah tangga tani. Targetnya, adalah mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan usaha agribisnis sesuai potensi wilayah. “Pemerintah berupaya agar kesejahteraan petani meningkat, karenannya dengan PUAP diharapakan masyarakat bisa terbantu”.

Sementara itu, Lurah Kebonsari Eutik Atiqoh menyambut positif adanya lembaga ini. Menurutnya, masyarakat akan sangat terbantu dalam mengatasi masalah keterbatasan modal. Dengan pengelolaan yang baik dan transparan, banyak gapoktan berhasil mengembangkan usaha simpan-pinjam, dalam bentuk LKM-A. “Saya percaya Gapoktan Mandiri bisa menjalankan kepercayaan ini dengan baik, sehingga bisa membantu warga”, katannya.

Kasi Usaha dan Pengembangan Pertanian Dinas Pertanian dan Kelautan (DPK) Cilegon Endang Hanafi menyatakan, saat ini di Cilegon baru Kelurahan Kebonsari yang sudah siap membentuk LKM-A. “Mudah-mudahan 2011, semua gapoktan di Cilegon bisa melakukan hal yang sama. Bantuan Rp 100 jta per gapoktan sudah dibagikan kepada 38 gapoktan, namun baru Kebonsari yang sudah membentuk LKM-A. Tahun depan mudah-mudahan lainnya bisa mendapat bantuan itu..
More about Launching LKM-A Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil

Pengembangan lkma PUAP di kabupaten jombang

Diposting oleh Maz Duikin


LKMA-PUAP merupakan program terobosan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha agribisnis perdesaan.  Sejalan dengan format penumbuhan kelembagaan tani di perdesaan, Mentan melalui Permentan No.273/Kpts/OT.160/4/2007 telah menetapkan Gapotan merupakan format final dari organisasi di tingkat petani di perdesaan yang didalamnya terkandung funsi-fungsi pengelolaan.

Melalui Permentan 273 kementerian Pertanian telah menetapkan dan mewadahi LKMA Gapoktan sebagai kelembagaan ekonomi petani sekaligus menentukan arah pembinaan kelembagaan petani di perdesaan.Gapoktan penerima BLM PUAP diarahkan untuk dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) sebagai salah satu unit usaha dalam Gapoktan.

Kebijakan pengembangan Gapoktan PUAP menjadi LKM-A merupakan langkah strategis Kementerian Pertanian untuk menyelesaikan persoalan pembiayaan petani skala mikro dan buruh tani yang jumlahnya cukup besar di perdesaan.
Dalam upaya terbentuknya LKM-A pada Gapoktan PUAP perlu dilakukan Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP menuju LKM-A.  Pemringkatan ini didasarkan pada:

1.    Kinerja Organisasi Gapoktan
2.    Managemen Pengelolaan LKM-A
3.    Kinerja Pengelolaan LKM-A

Begitu strategisnya kelembagaan Gapoktan PUAP di perdesaan dengan berbagai keragaman didalamnya, perlu kiranya penerapan managemen yang bagus dan legal mengingat kedepan segala pembinaan dan fasilitas dari pemerintah baik pusat dan daerah mengerucut pada organisasi ini.  Dasar pengelolaan organisasi yang kuat, mutlak diperlukan dalam hal ini.

Dalam pelaksanaan Legalitas Gapoktan di Kabupaten Jombang, segala sesuatu telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ada dengan berpedoman pada:
1.    UU Koperasi Nomor: 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian
2.    Peraturan Presiden Nomor: 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.
3.    Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Pembinaan Kelembagaan petani
4.    Peraturan Meteri Pertanian Nomor 14/Permentan/OT.140/1/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian
5.    Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 29/Permentan/OT.140/3/2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)
6.    Petunjuk teknis pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP menuju LKM-A


Beberapa langkah yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:


1.    Pemeringkatan Gapoktan baik penerima PUAP ataupun yang masih dalam pengusulan dengan segala ketentuan yang ada.
2.    Aktualisasi data Poktan dan Gapoktan melalui MoU 3 Dinas terkait (Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan) sekaligus merestrukturisasi dan mereposisi Poktan dan Gapoktan se Kabupaten Jombang
3.    Menetapkan seluruh Poktan dan Gapoktan yang ada dalam Surat Keputusan Bupati sehingga segala pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang tergabung dalam organisasi ini dilakukan dengan resmi/ legal melalui SKPD terkait.
4.    Melakukan Legalitas Gapoktan-LKMA terseleksi melalui Notaris untuk pengembangan usaha hingga menjadi acuan pengembangan Gapoktan-LKMA lain.
5.    Kedepan, akan di teruskan legalitas Gapoktan-LKMA lain di Kabupaten Jombang dengan seleksi dan pembinaan yang lebih intensif.

Ada beberapa pertimbangan dalam pelaksanaan Pegembangan Gapoktan PUAP menjadi LKMA yang legal antara lain:
a. Gapoktan bukan lembaga baru, sudah ada tapi belum berbadan hukum/ terkelola secara profesional.
b. Gapoktan-LKMA akan terpacu dalam meningkatkan profesionalisme kerja.
c. Dilakukan untuk membangun kepercayaan stake holders pada Gapoktan
d. Mencegah berbagai permasalahan keuangan, karena akan diserahkan pada pihak berwenang dengan penyelesaian secara hukum
e. Bisa menjalin kerjasama dengan lembaga ekonomi lain di wilayah, misalnya KUD sehingga memperkuat perekonomian di wilayah.
f. Memperjelas posisi Gapoktan sebagai organisasi resmi binaan Pemerintah Daerah Kab. Jombang sehingga mencegah adanya Gapoktan palsu yang disalahgunakan untuk keuntungan pribadi/ golongan
g. Kedepan, segala pembinaan dilakukan Pemda melalui instansi terkainya. Termasuk pemberian berbagai fasilitas program. Untuk itu, diperlukan pengelolaan secara profesional dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum
h. Gapoktan punya daya tawar dengan pihak lain lebih kuat.
i. Negara kita masih membutuhkan banyak pengusaha untuk membangun perekonomian. Sehingga masih perlu penambahan lembaga ekonomi/ pengusaha terutama di perdesaan dengan potensi yang belum tergali secara optimal disana. Ini menjadi peluang bagi daerah (Kab. Jombang) untuk mengembangkan diri.
j. Diharapkan akan merangsang dinamika kegiatan ekonomi diwilayah

Selanjutnya, Gapoktan PUAP akan diarahkan untuk mejalankan fungsi Bank yang diperuntukkan bagi petani yang membutuhkan akses permodalan dengan pertimbangan:
a. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat tentang sulitnya akses perbankan karena diperlukan jaminan dll.
b. Lembaga Gapoktan-LKM-A sudah berbadan hukum sehingga segala peraturan akan dijalankan dengan teratur dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
c. Bank yang ada adalah milik petani sendiri, sehingga ada ikatan kepercayaan yang kuat antara Bank dan peminjam.
Program ini dilakukan melalui kerjasama dengan perbankan dimana Gapoktan mendepositokan dana PUAP 100 Juta sehingga akan menjadi jaminan dalam kredit. Gapoktan PUAP akan memperoleh Pinjaman dengan nilai 3 (tiga) kali lipatnya bahkan lebih untuk melaksanakan kegiatan usaha di desanya. Usaha yang dilaksanakan disesuaikan dengan potensi yang ada. Hal ini tentu akan merangsang kegiatan ekonomi yang lebih desar di wilayah, dengan harapan akan ada pertumbuhan ekonomi disana.

Sumber : dinas pertanian kabupaten jombang


More aboutPengembangan lkma PUAP di kabupaten jombang

LKM-A SURI INDAH MAJU PESAT

Diposting oleh Maz Duikin

Kabupaten limapuluh kota -Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Suri Indah, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sinamar Kenagarian Sungai Rimbang Kecamatan Suliki semakin menunjukan perkembangan sangat menggembirakan. Selama tahun 2013 saja aset LKM-A ini bertambah sebesar Rp42,3 juta.
“Dalam tahun ini aset kita bertambah sebesar sebesar 34,3% atau meningkat menjadi Rp223,3 juta pada akhir tahun 2013 dari saldo akhir tahun 2012 sebesar Rp118 juta,” ungkap Ketua Gapoktan Sinamar Hafrizal Har didampingi Manager Umum LKM-A Suri Indah Wiwid Defrianti kepada wartawan di Suliki.
Sementara pendapatan kotor sebanyak Rp56,7 juta dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp10 juta lebih. Sedangkan realisasi pinjaman selama tahun 2013 sebesar Rp228,8 juta lebih yang dinikmati oleh 151 orang dari total anggoat 244 orang.
Penyaluran pinjaman terbesar berada pada sektor pemasaran sebesar Rp67,2 juta (35%), sektor pertanian Rp46,8 juta (25%), sektor peternakan Rp34,5 juta (19%), sektor hortikultura Rp24,7 juta (13%) dan sektor perkebunan sebanyak Rp16 juta (9%).
Lebih lanjut dipaparkan, dana tersebut dihimpun dari tabungan dan  simpanan kurban, masyarakat, pendidikan dan simpanan hari raya sebanyak Rp31,9 juta. Berikut penyertaan/saham sebesar Rp30,4 juta, modal Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Rp100 juta dan pinjaman revolfing Rp40 juta.
“Kami optimis peningkatan yang menggembirakankan ini akan memacu LKM-A Suri Indah Gapoktan Sinamar lebih berkembang lagi dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Perkembangan tersebut membuktikan semakin tingginya kesadaran anggota kelompok tani dan masyarakat yang tergabung di dalam lembaga permodalan milik petani ini,” ungkap Hafrizal.
Hafrizal otimis dari perkembangan hingga akhir tahun 2013 tersebut, simpanan anggota dan masyarakat yang kini berjumlah Rp31,9 juta akan meningkat siknifikan hingga Rp100 juta pada tahun 2014 ini. Begitu pula simpanan wajib dan penyertaan  saham ditargetkan akan bertambah sebanyak Rp60 juta dan pertambahan dari sumber dana lainnya.
“Kita memproyeksikan pendapatan kotor tahun depan naik menjadi Rp70 juta dan laba bersih tidak akan kurang dari Rp15 juta. Jika ini tercapai, maka aset hingga akhir tahun sekarang diperkirakan akan mencapai Rp473 juta atau naik sebesar Rp250 juta dari aset sekarang Rp223,3 juta,” yakin Hafrizal.(zal/dodi)

sumber : listasfakta.com

More aboutLKM-A SURI INDAH MAJU PESAT

Lkma prima lestari juara nasional Sistem Syari’ah, Aset Rp460 Juta

Diposting oleh Maz Duikin on Senin, 14 Juli 2014

MUHAMMAD BAYU VESKY-LIMAPULUH KOTA – Tidak tahan melihat masyarakat terus-terusan didera kemiskinan, membuat warga Nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luhak Kabupaten Limapuluh Kota (115 Km dari Kota Padang), meluluhkan kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Salah satu caranya adalah Gabungan kelompok tani bernama Lestari, hingga mengelola keuangan pertanian dengan nama Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Lestari.

Ketika gagasan muncul banyak orang menyebut ide konyol. Dipicu ingin maju dan memperbaiki ekonomi masyarakat kalangan petani, anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Lestari di antaranya Musni Faisal, 27, dan kawan-kawan, mencari wadah yang bisa dijadikan tempat diskusi. Mereka bertukar pikiran dan belajar dengan pencetus LKMA Prima Tani, Masril Koto asal Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Masril adalah lelaki tak tamat SD yang kini masuk nominasi Danamon Award. Masril pulalah yang membuat ratusan LKMA di Sumbar dengan asset hampir Rp100 miliar.

Berkat lelaki itulah, Gapoktan Lestari terus mengepakkan sayap. Hingga akhirnya mereka sepakakat mendirikan LKMA yang diberi nama Prima Lestari. “Kami terinspirasi dengan Masril Koto. Makanya nama Prima Lestari sedikit diambil dari Prima Tani. Bahkan ketika peresmian LKMA, kami sengaja mengundang Masril Koto dan Alberso Sati Marajo 17 Februari 2009.

Jujur saja, kedua lelaki yang saya sebut tadi, adalah tempat diskusi dan bertanya kami,” kata Manager Umum LKMA Prima Lestari Musni Faisal kepada Singgalang Selasa (12/10) di kantor LKMA Prima Lestari Nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang.


Singkat cerita musim berganti. Diceritakan Faisal —sapaan akrab Musni Faisal— pihaknya bersama pengelola LKMA Prima Lestari, di awal pergerakan sedikit gamang. Itu disebabkan masih minimnya aset yang dimiliki. Kalau pun, hanya bersifat modal dasar yang diberikan oleh sejumlah orang dari 240 anggota yang tersebar di 26 kelompok tani dalam Gapoktan Lestari.

“Alhamdulillah, ketika saya dan kawan-kawan berdiskusi dengan Masril Koto, akhirnya ada peluang rancak. Pertama ada kredit mikro nagari. Kami ambil dan dijadikan aset LKMA. Selanjutnya juga ada dana yang berasal dari Program Pengembangan Usaha AgriBisnis Pedesaan (PUAP) Nasional. Senang betul hati kami saat itu,” kenang Faisal yang tercatat sebagai utusan Sumbar untuk Jambore Bakti Pemuda, di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Lantas ketika semua keyakinan sudah matang, baik itu dari pihak LKMA Prima Lestari maupun dari Gapoktan Lestari, selanjutnya disepakatilah LKMA Prima Lestari akan berjalan dengan sistem syari’ah. Setiap urusan dipermudah tanpa bunga besar dan agunan. Bagi petani yang akan melakukan simpan pinjam, diberikan kemudahan khusus tanpa prosedur yang merepotkan.

“Kini alhamdulilah aset LKMA Prima Lestari sudah mencapai Rp460 juta. Setiap anggota kelompok bisa meminjam. Begitu juga masyarakat nagari Sikabu-Kabu Tanjung Haro Padang Panjang. Pinjaman paling tinggi baru Rp15 juta,” kata Faisal, sembari memperagakan sejumlah dokumen foto, sewaktu LKMA diresmikan setahun lebih silam.

Berkat ketangguhan LKMA Prima Lestari itu juga, sebulan lampau sengaja diutus Pemprov Sumbar untuk berlaga dalam lomba Gapoktan dan LKMA berprestasi se-Indonesia. Hasilnya LKMA Prima Lestari menjadi yang terbaik dan dinyatakan sebagai pemenangnya.

“Insya Allah, hadiahnya kita terima bulan November depan. Yang akan diberikan langsung oleh Menteri Pertanian bersama Menteri Koperasi,” terang Faisal.


Masih menurut Faisal, belum lama LKMA Prima Lestari berdiri, pihaknya juga merasa beruntung tatkala sejumlah daerah di Sumatra Barat menjadikan LKMA yang dipimpinnya sebagai bahan percontohan dan studi banding. Di antara PPL Dinas Pertanian yang melakukan studi banding ke daerah di lereng Gunung Sago itu adalah PPL Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat dan Solok Selatan.

“Mereka datang ke sini, bertanya bagaimana cara dan pengolaan LKMA sehingga bisa menjadi yang terbaik. Rasanya kami juga belum baik. Tapi yang jelas kami akan mencoba memberikan yang terbaik. Walaupun itu penuh rintangan. Satu lagi, kami juga ingin mewujudkan visi Gapoktan dan LKMA ini menjadikan anak nagari Sikabu-Kabu lepas dari kekangan ekonomi dan renteiner,” kata bujangan itu. (*)


More aboutLkma prima lestari juara nasional Sistem Syari’ah, Aset Rp460 Juta

Masril Koto: Pendiri Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani yang Tidak Lulus SD

Diposting oleh Maz Duikin

Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama para rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.
LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya.
Setiap hari, Masril berkeliling ke beberapa wilayah Sumbar dengan sepeda motor keluaran tahun 1997, yang disebutnya suka ”agak berulah sedikit” hingga kadang masuk-keluar bengkel.
Akibat sering berkeliling, Masril relatif sulit ”ditangkap”. Selama singgah dari satu tempat ke tempat lain itu, atas undangan kelompok tani, Masril selalu memotivasi agar LKMA didirikan sebagai solusi permodalan petani. Maka, dalam ranselnya tersimpan aneka perlengkapan penunjang aktivitas, seperti spidol, beragam contoh dokumen pendukung pendirian dan operasional LKMA, serta laptop.
”Laptop ini hadiah dari (ekonom) Faisal Basri, waktu kami undang ke Agam melihat LKMA,” kata Masril, yang mengaku bermodal keberanian untuk berhubungan dengan banyak orang. Segudang pengalaman dan orang dia temui dalam perjalanan yang menghabiskan biaya Rp 500.000 per bulan itu.
Perjalanan tersebut juga membuat dia jarang berkumpul dengan keluarga. Dalam sebulan hanya dua hari ia bersama istri dan anaknya di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Selebihnya, mereka berkomunikasi lewat telepon.
Proses panjang perjuangan Masril mendirikan LKMA diawali pada 2003. Sebagai petani, ia menanam padi serta membudidayakan jagung dan ubi jalar. Waktu itu ia ingin beralih menjadi petambak lele. Sampai suatu hari, ia bertemu seniman-petani Rumzi Sutan yang mendendangkannya lagu tentang cita-cita kemandirian petani.
Sejak itulah Masril bertekad memajukan petani. Ia lalu mengikuti sekolah lapangan (SL) petani dari Dinas Pertanian Sumbar di Nagari Tabek Panjang, Baso, Agam. Di sekolah lapangan itu, ia tersadar bahwa persoalan utama petani adalah permodalan. Hal ini tak bisa dipecahkan industri perbankan. Maka, tercetus ide untuk membuat bank petani, demi memenuhi kebutuhan mereka.
Di benak para petani pun relatif alergi terhadap pendirian koperasi. Jadilah ide Masril tak bersambut. ”Berdasarkan rapat evaluasi dan pengalaman kami selama ini, koperasi hanya menguntungkan para ketuanya,” ujar anak pertama dari delapan bersaudara ini.
Seusai mengikuti sekolah lapangan, ia mengumpulkan sejumlah rekan dan membentuk tim beranggotakan lima orang. Tugasnya, mencari tahu seluk-beluk pendirian bank petani. Tim itu dibekali dana pencarian informasi Rp 600.000. Mereka menemui para mantan pegawai bank, dinas terkait, dan mendatangi bank-bank umum.
”Saya ke (Kota) Bukittinggi mendatangi bank yang ada. Saya bilang ingin membuat bank, bisakah diberi pelatihan,” cerita Masril, yang dijawab para bankir itu, ”tak mungkin”.
Tahun 2006 mereka ke Padang guna mengikuti diskusi dari Yayasan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Andalas (AFTA). Saat itu sisa dana pencarian informasi Rp 150.000, masih dipotong uang bukti pelanggaran (tilang) lalu lintas Rp 40.000 gara-gara salah membaca rambu lalu lintas.
Dalam diskusi yang dihadiri pejabat Bank Indonesia itu, Masril diberi tahu bahwa dana perbankan cukup banyak. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk modal kelompok tani.
”Saya bilang, kami ingin modal itu untuk membuat bank. Saya tanya caranya,” kata Masril, yang diyakinkan bisa mendirikan LKMA. Sejak itu dia rajin membaca buah pikiran Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Prof Mubyarto.
Modal mendirikan LKMA diperoleh lewat penjualan saham Rp 100.000 per lembar kepada ratusan petani. Setelah modal diperoleh, muncul masalah pembukuan. Mereka lalu mengikuti pelatihan konsultan dari Yogyakarta.
”Waktu itu ada LKMA di Kabupaten Pasaman yang sudah berdiri. Sewaktu kami mau belajar, ternyata harus membayar. Jadilah kami belajar langsung dari ahlinya,” kata Masril yang tak memungut uang jasa setiap kali berbagi pengalaman tentang LKMA.
Beragam produk tabungan atau pinjaman berbasis kebutuhan langsung petani secara spesifik ditelurkan LKMA, seperti tabungan ibu hamil, tabungan pajak motor untuk pengojek, dan tabungan pendidikan anak.
Tahun 2007, Menteri Pertanian Anton Apriyantono meresmikan LKMA Prima Tani. Ia tercenung mendengar cerita Masril. ”Kalau Pak Menteri bikin seperti yang saya lakukan, tentu hasilnya lebih cepat bagi petani,” ceritanya tentang pertemuan itu. Setelah itu, pemerintah meluncurkan program PUAP.
Perjuangan Masril bukan tanpa hambatan. Berbagai cibiran pun datang, juga dari keluarga. ”Kepada istri saya katakan, jika kita ikhlas mengerjakan sesuatu, Insya Allah ada balasannya,” kata Masril.
Hal itu terbukti. Tahun 2008 ia dikontrak perusahaan Jepang dengan gaji Rp 2,5 juta per bulan. Kini, ia menjadi konsultan perusahaan Belanda bergaji Rp 3,5 juta sebulan.
Masril bertahan memajukan petani sebab ia tak ingin mereka terus-menerus dieksploitasi, terutama saat menjelang pemilihan umum. Kini, ia menyiapkan pembentukan lembaga bernama Lumbung Pangan Rakyat. Targetnya, mengganti peran Bulog yang tak bertugas menurut fungsi yang diamanatkan.
”Lumbung Pangan Rakyat sudah saya uji coba, tetapi masih memerlukan penyempurnaan. Tunggu saja, petani sudah punya kelompok tani sebagai ’perusahaan’, LKMA sebagai ’bank’, dan Lumbung Pangan Rakyat sebagai ’Bulog’-nya,” kata Masril bersemangat. 

More aboutMasril Koto: Pendiri Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani yang Tidak Lulus SD

LKMA dorong Produksi Petani Dari dua piring jadi 3 piring sawah

Diposting oleh Maz Duikin

Jumlah sawahnya yang diolah bertambah dari dua piring menjadi tiga piring. Teknologi pun dapat diterapkan dengan lebih baik. Tak heran kalau produksi dan produktifitas meningkat.

Itulah dampak pinjaman modal dari Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang dirasakan Yasirli, anggota kelompok tani Nawang Permai, kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Kobra Prima, Nagari Koto Baru, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota.

Bagi Yasirli, keberadaan LKMA sebagai lembaga yang membantu permodalan sangat membantu dalam meningkatkan usaha taninya.Adanya modal dari LKMA membuatnya bisa menerapkan teknologi. Bila dulu dia memupuk bila hanya ada uang saja, kini bisa tepat waktu dengan dosis yang sesuai dengan kebutuhan padi.LKMA dorong Produksi Petani Dari dua piring jadi 3 piring sawah.
“Dengan adanya pinjaman modal ini, saya sudah bisa memupuk tepat waktu,” tutur Yasirli saat bertemu dengan tim sekretariat Program PUAP Sumbar yang sengaja melakukan evaluasi dan monitoring perkembangan Gapoktan dan LKMA yang dibantu dengan dana PUAP baru-baru ini.

Dua tahun terakhir, petani padi ini memang dapat pinjaman modal dari LKMA Prima Saiyo, LKMA yang menjadi satu unit usaha Gapoktan Kobra Prima . Gapoktan Kobra Prima sengaja mendirikan LKMA untuk membantu pembiayaan usaha tani, disamping persyaratan mendapat dana PUAP.

Sejak LKMA mulai menyalurkan pinjaman, Dia telah tiga kali dapat pinjaman modal untuk usaha. Pinjaman pertama dia dibantu sebesar Rp 1 Juta. Setelah itu dia kembali mendapat pinjaman Rp 2,5 juta. Tahap ketiga dia kembali mendapat pinjaman sebesar 4,5 juta.

Dana pinjaman itu dia pakai untuk modal usaha seperti untuk membajak sawah, beli bibit dan beli pupuk. Dengan dana itu membuat. Yasirli bisa memupuk padi sesuai dengan jadwal. ” Sebelumnya saya memupuk kalau sudah ada uang, itupun tidak cukup,”tambah Yasirli.

Pinjaman yang naik dari tahap ke tahap juga membuatnya mampu menambah luas sawah. Bila sebelumnya, petani yang menggarap sawah dengan sistim bagi hasil ini hanya mampu mengolah 2 piring sawah. Kini dengan adanya pinjaman modal dia berani menambah 1 piring sawah lagi.
Produksi dan Produktifitas Meningkat.

Tak heran kemudian bila usaha tani padi yang dilakukan bisa meningkat, baik dari sisi produktifitas maupun produksi. Dari sisi produktifitas, dia menyebutkan, bila sebelum ada pinjaman LKMA, hasil panen dari salah satu piring sawahnya 750 gantang (1 gantang = 1,6 kg), maka setelah dapat pinjaman dari LKMA, produksi naik 950 gantang.

Hal yang sama dengan piringan sawahnya yang satu lagi yang juga naik dari 400 gantang jadi 600 gantang. Dan yang pasti, produksi juga bertambah dengan pertambahan luas garapan.

Karena itu dia sangat bersyukur dengan berdiri LKMA yang didanai oleh Dana PUAP tersebut. Sejak adanya LKMA ini, saya tidak kesulitan modal lagi,” ucapnya.

More aboutLKMA dorong Produksi Petani Dari dua piring jadi 3 piring sawah

Kelompok tani kelola RP300 juta , Petani Pasanehan Maju Selangkah

Diposting oleh Maz Duikin

Trisno Edward-AGAM — Kini, petani di Pasanehan, Lasi, Kecamatan Canduang, Agam, mulai nyaman. Mereka punya simpanan Rp350 juta. Jika ada keperluan mendadak bisa dipinjam. Bahkan, mereka mulai memikirkan ‘hidup nyaman di hari tua’
Di mata mereka, petani tidak akan dapat berkembang tanpa membangun kemandirian dengan kebersamaan. Untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran, petani harus mandiri dan tidak selalu tergantung kepada pihak lain terutama dalam akses modal.

Prinsip atau motto tersebut menjadi pegangan dan landasan bagi Gabungan Kelompok Tani/ Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis LKMA“Nan Dihati” di Jorong Pasanehan.

Gapoktan/LKMA didirikan 1 April 2008 ini diprakarsai tokoh-tokoh pemuka masyarakat serta penyuluh pertanian yang bertugas di luar Kecamatan Canduang dan merupakan putra asli Pasanehan.

Pada awal terbentuknya Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini, tidak terlepas dari jasa atau peranan besar dari Masril Koto, pendiri LKMA Prima Tani Baso dan konsultan perusahaan Belanda serta nominasi peraih Danamon Award.

Bersama rekan-rekannya di LKMA Prima Tani, Masril langsung turun ke lapangan dan memberikan motivasi kepada para petani di Jorong Pasanehan tentang akses modal. Ia berpendapat, petani tidak bisa mengakses modal langsung ke bank, karena itu harus ada lembaga lain.

Ketua Gapoktan/LKMA Nan Dihati Elfida menjelaskan pendirian Gapoktan/LKMA ini berdasarkan SK Menteri Pertanian RI 261/ TU.2010/M. Jorong Pasanehan termasuk kepada calon penerima dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan ( PUAP) 2008 dan realisasinya pada November 2008.

“Kita berusaha melatih kemandirian petani melalui pengurus Gapoktan. Tujuan bergabung di Gapoktan/LKMA ini bukan semata-mata karena ada dana Rp100 juta saja. Pengurus Gapoktan ini pernah belajar 2 kali ke LKMA Prima Tani dan materinya adalah bagaimana menggarap dana ke masyarakat dan masalah pembukuan. Masril Koto adalah seorang motivator yang mendorong adanya Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini, dan peran beliau sangat terasa setelah Gapoktan ini berdiri,” ujar Elfida kepada Singgalang, Selasa (12/10).

Menurut Elfida yang didampingi Fauzi Rizal dari bagian pembiayaan dan Elfiza dari bagian pembukuan, produk yang diedarkan oleh Gapoktan/LKMA Tabungan Bahagia untuk keluarga dan tabungan pendidikan.

“Kita menjalankan Gapoktan/LKMA ini memang dimulai dari bawah dan berusaha melatih pola pikir masyarakat. Kita juga mengumpulkan pengurus kelompok tani sekali seminggu mulai dari April 2008 sampai Juli 2008. Kegiatan ini disertai dengan pengumpulan simpanan wajib Rp1.000/minggu dan simpanan pokok Rp50 ribu dari 1 April 2008 sampai Desember 2008. Pengurus Gapoktan bersama penyuluh pendamping turun ke kelompok tani dan melatih anggota untuk pemanfaatan dana PUAP ini. Dana yang didapatkan adalah sebanyak Rp100 juta yang diarahkan ke agribisnis,” terang Elfida.

Pengurus Gapoktan juga ingin mengetahui perkembangan dan persoalan yang ada di kelompok tani dan berusaha membina petani untuk kedepan. Gapoktan ini dimulai dari ketulusan hati, dan sampai sekarang sudah memiliki anggota sebanyak 224 orang serta terdiri dari 19 kelompok tani.

“Kita menerapkan konsep memanusiakan manusia dan pendekatan secara kekeluargaan dalam Gapoktan/LKMA Nan Dihati ini. Kita tidak menekan masyarakat dan malah mendorong masyarakat agar mampu berusaha. Saat ini, dana Gapoktan/ LKMA Nan Dihati telah berkembang lebih kurang Rp300 juta sampai Agustus 2010. Perkembangan dana itu berasal dari tabungan masyarakat, dana PUAP Rp100 juta, keuntungan 2009 Rp22 juta dan keuntungan sampai Agustus 2010 Rp17,5 juta. Dana LKMA ini ditargetkan untuk masyarakat petani. Gapoktan/LKMA ini dibina tim teknis kabupaten dan provinsi,” lanjut Elfida.

Saat ini, peminjaman ke petani bisa mencapai Rp7,5 juta untuk dua tahun dan pedagang saka tebu Rp15 juta untuk 10 bulan. Gapoktan/LKMA Nan Dihati ingin agar petani dapat memiliki dana pensiun di bank.

Ke depan, pengurus berharap anak-anak yang menjadi tukang ojek bisa dibina menjadi petani masa depan. Gapoktan/LKMA Nan Dihati juga memiliki dana perdagangan umum dari dana titipan masyarakat dan sasaran akhir adalah dana pensiun petani kalau sudah tidak bekerja lagi. (*)

More aboutKelompok tani kelola RP300 juta , Petani Pasanehan Maju Selangkah

Mentan Harapkan Gapoktan Sulsel Miliki LKMA

Diposting oleh Maz Duikin

Makassar (ANTARA News) – Menteri Pertanian Suswono mengharapkan Gabungan Kelompok Tani di Provinsi Sulawesi Selatan agar memiliki Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis.
“Pembentukan LKMA ini merupakan tujuan jangka panjang yang harus dicapai oleh seluruh gapoktan,” ungkap Mentan di Makassar, Rabu.
Hadirnya LKMA merupakan sasaran dari pelaksanaan program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) agar petani tidak mengalami kesulitan dalam hal permodalan.
Mentan menambahkan, LKMA ini nantinya dapat menjadi mitra perbankan, sehingga penyaluran kredit bisa langsung dilakukan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) dan lebih luas dalam meningkatkan program agribisnis.
Agar LKMA ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan tenaga keuangan mikro sebagai pendamping, namun tidak boleh mengintervensi dan mengawasi, melainkan membantu dalam menjalankan roda ekonomi dalam LKMA tersebut, tandasnya.
Keberadaan LKMA ini juga yang menjadi ukuran kemandirian suatu gapoktan, sehingga bagi gapoktan yang mandiri dan dapat mengelola LKMA dengan baik, maka akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah.
Pemberian penghargaan ini dimaksudkan agar gapoktan semakin bersemangat untuk mengelola LKMA semaksimal mungkin.
“Sebagai contoh, gapoktan di Kabupaten Ponorogo sudah memiliki modal hingga Rp400 juta. Ini menunjukkan suatu kemandirian yang luar biasa, dan harus dicontoh oleh seluruh gapoktan  lain termasuk di Sulsel,” tandasnya. (T.pso-103/S016)

Sumber : antaranews makassar
More aboutMentan Harapkan Gapoktan Sulsel Miliki LKMA

Deptan Bikin Model Percontohan LKM Agribisnis

Diposting oleh Maz Duikin

Departemen Pertanian membuat model percontohan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). LKMA ini diharapkan bisa menjadi titik tumbuh dan menjadi tempat belajar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang menerima PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis di Pedesaan) di 11 ribu desa.
Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian Setjen Departemen Pertanian Dr. Mad Syukur mengatakan pada tahun ini baru membuat lima model di Jawa Barat.
”Kalau kita dampingi secara intensif LKMA dan PUAP itu, maka modal awal yang meski tidak besar, ada yang Rp 25 juta, kalau PUAP modal awalnya Rp 100 juta bisa berkembang menjadi besar,” kata Mad Syukur kepada Sinar Tani usai meresmikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Pandan Wangi di Karehkel Leuwi Liang, Kabupaten Bogor.
Ditambahkannya, pengembangan PUAP di 11 ribu desa pada tahun 2008 sebetulnya adalah dalam kerangka untuk menumbuhkembangkan agar dana BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) bisa berkembang pada tingkat Gapoktan. ”Saya punya keyakinan melalui kemudahan untuk akses kepada pembiayaan, petani, kelompok tani dan juga pekebun, peternak, akan bisa akses kepada sumberdaya sumberdaya yang lain, baik teknologi, informasi pasar, maupun yang lain, ” tambahnya.
Untuk pembuatan model percontohan LKMA di Jawa Barat tersebut pemerintah memberikan bantuan satu perangkat komputer, mebeler/meja kursi, dan bantuan modal awal sebesar Rp 25 juta. ”Dan yang lebih penting adalah melatih SDM-nya,” tuturnya.
Dikatakannya pengembangan LKMA ini adalah untuk memberikan kemudahan petani yang usahanya tidak layak dan tidak bisa mendapatkan kredit dari perbankan untuk mendapatkan modal. Sementara, untuk petani yang usahanya sudah layak dan bankable, sumber pembiayaannya bisa menggunakan kredit komersial. Untuk petani yang usahanya sudah layak tetapi belum bankable artinya bunganya terlalu tinggi, persyaratan banknya bisa dipenuhi, pemerintah mengadakan skim kredit bersubsidi KKP-E. Dan untuk petani yang usahanya sudah layak tetapi belum bankable, pemerintah mengadakan KUR (kredit untuk rakyat). Dalam KUR ada 70 persen penjaminan dari pemerintah.

sumber : tanimaju.webs.com
More aboutDeptan Bikin Model Percontohan LKM Agribisnis

Apresiasi lkma gapoktan puap 2009 Kabupaten Bantaeng

Diposting oleh Maz Duikin

Kegiatan LKMA-PUAP telah berlangsung selama 3 tahun dimulai sejak tahun 2008, yang merupakan program terobosan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran, Melalui pengembangan usaha agribisnis perdesaan. Gapoktan penerima dana PUAP di Sulawesi Selatan sebanyak 22 Kabupaten dan Gapoktan tersebut diarahkan untuk dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) sebagai salah satu unit usaha dalam Gapoktan.

 Sejalan dengan hal tersebut maka BPTP Sulawesi Selatan Sebagai Sekretariat Kegiatan PUAP melaksanakan Apresiasi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) yang di laksanakan di 10 kabupaten, salah satu tempat pelaksanaannya di Kabupaten Bantaeng pada tanggal 9 Nopember 2010.
Peserta apresiasi sebanyak 50 orang, merupakan perwakilan dari gapoktan yang sudah menuju ke LKM-A penerima dana PUAP 2008-2009, berasal dari tiga (3) Kabupaten, yaitu Kabupaten Jeneponto, Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng, dengan didampingi oleh penyuluh pendamping dan Penyelia Mitra Tani (PMT). Acara di buka oleh Hj. Nurhayati (kabid. Kelembagaan tani dan Penerapan Teknologi Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng), mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Bantaeng.

Dalam sambutannya beliau mengemukakan bahwa untuk kabupaten Bantaeng  gapoktan penerima dana PUAP sebanyak 67 Gapoktan dan 2 diantaranya telah terbentuk LKMA dan 18 gapoktan baru menuju ke LKMA. Dari hasil evaluasi  kegiatan PUAP di Kabupaten Bantaeng sangat  memberikan manfaat bagi petani terutama dalam bentuk fasilitasi pembiayaan usaha ekonomi, dan beliau pula menekankan bahwa PUAP bukanlah bantuan langsung tunai (BLT) tetapi merupakan modal dasar untuk membiayai usaha.

Materi yang disampaikan dalam acara tersebut yaitu “Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP menuju LKM-A “ yang disampaikan oleh Ir. Muh. Basir Nappu, MS (peneliti BPTP Sul-Sel). Dalam pemeringkatan gapoktan menuju LKMA ada 10 aspek penilaian managemen yaitu :
  1. Penyaluran untuk usaha Pertanian
  2. Pembiayaan kepada petani miskin
  3. Pengendalian penyaluran dana
  4. Pencatatan dan pembukuan
  5. Analisis kelayakan usaha anggota
  6. Pelaporan
  7. Pembinaan usaha anggota
  8. Pengawasan pembiayaan
  9. Mekanisme insentif dan Sanksi
  10. Sarana dan prasarana LKM-A
Dari hasil pemaparan materi diperoleh beberapa umpan balik dari peserta apresiasi diantaranya :
  1. Kekhawatiran Gapoktan jika sudah terbentuk LKMA, posisi pengurus gapoktan tidak aktif lagi.
  2. PPL mengharapkan supaya diberikan insentif  dalam pembinaan gapoktan PUAP
  3. Aspek penilaian pemeringkatan gapoktan agar dimasukkan kedalam AD/ART
  4. Gapoktan mengharapkan agar keberadaan PMT, penyuluh pendamping, dan Sarbina dilapangan supaya sinergis.
  5. Masih adanya gapoktan yang menganggap dana PUAP merupakan dana BLT.
Sumber : Litbang deptan sulawesi selatan

More aboutApresiasi lkma gapoktan puap 2009 Kabupaten Bantaeng