LKMA sumber Rezeki Terima Penghargaan dari Presiden

Diposting oleh Maz Duikin on Rabu, 16 Juli 2014


MedanBisnis - Medan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Deliserdang Sabam Sagala mengapresiasi kemajuan petani khususnya yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Rukun dan Lembaga Keuangan Mikro LKMA Sumber Rezeki. Kedua lembaga ini berhasil meningkatkan pembangunan pertanian khususnya di Deliserdang.
"Gapoktan Berkat Rukun dan LKMA Sumber Rezeki berhasil menjadi lembaga terbaik tingkat nasional. Dan, pada tanggal 17 Agustus bertepatan HUT Kemerdekaan RI, kedua lembaga ini akan menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang akan diberikan di Istana Presiden," kata Sabam kepada wartawan, Kamis (15/8) saat melepas keberangkatan para pengurus lembaga ke Jakarta.

Menurut Sabam, para petani yang berangkat adalah Abdul Rahman selaku ketua Gapoktan Berkat Rukun, Nawan (Sekretaris), Suhendro (Bendahara) dan Damiri selaku pengurus Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) dari Desa Tandam Hilir, Kecamatan Hamparan Perak.

Sedangkan penerima penghargaan LKM diwakili oleh David Setiadi Nasution selaku manager dari Desa Tanjung Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan.

"Keberhasilan kedua lembaga pertanian ini sebagai bukti bahwa petani kita mulai maju tidak hanya dari bertanam saja tetapi juga dalam mengelola lembaga itu. Dan, ini tidak terlepas dari peran serta Dinas Pertanian Deliserdang terutama para tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan HKTI Deliserdang sendiri," kata Caleg DPRD Sumut dari Dapil 3, Kabupaten Deliserdang ini.

Ketua Infokom Partai Demokrat Sumut ini juga mengatakan, untuk lebih memajukan dunia pertanian, HKTI Deliserdang bersama Dinas Pertanian setempat pada November 2013 akan mengajak sejumlah petani untuk studi banding ke Thailand.

"Kita pilih Thailand karena di sana pertaniannya sudah maju. Petani di sana mampu menghasilkan produktivitas padi hingga 25 ton per hektare sementara kita masih berada pada angka 7 - 8 ton per hektare," kata Sabam didampingi Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Hamparan Perak Asril Haris Abrakha dan peneliti HKTI Deliserdang Nasional Ginting.

HKTI juga kata pemilik nomor urut 7 ini, akan terus merangkul petani dalam mengadopsi teknologi dalam memajukan sektor pertanian yang akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup petani menjadi lebih sejahtera.

Karena tanpa teknologi, pertanian akan sulit maju. "Inilah salah satu cara HKTI Deliserdang untuk melepaskan ketergantungan pangan dari negara luar. Kita harus bisa menekan impor terutama impor bahan pangan karena Sumut memiliki sumber daya alam yang luar biasa untuk menghasilkan pangan," tegas Sabam.

Sementara Ketua Pelaksana Penyuluh Pertanian Deliserdang Lomo Hutabalian mengatakan, keberangkatan kedua lembaga ini ke Istana Presiden untuk menerima penghargaan diharapkan menjadi motivasi bagi petani lain untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas pertaniannya.

Kedua lembaga ini, kata Lomo, mampu meningkatkan kesejahteraan petani tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas pertaniannya saja tetapi juga dalam mengelola keuangan lembaga. Petani yang tergabung dalam kelompok tersebut tidak lagi kesulitan dalam permodalan saat akan melakukan usaha tani. Sebab, modal untuk kebutuhan bertanam sudah tersedia dalam Gapoktan dan LKM tersebut dengan jasa yang sangat rendah.

Ketua Gapoktan Berkat Rukun Abdul Rahman mengatakan, saat ini jumlah kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Berkat Rukun sebanyak 15 kelompok yang membidangi tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan dan ternak.

"Gapoktan kami telah mandiri baik dari segi keuangan maupun dari segi kelembagaan. Kami juga sudah mampu membuat kantor sendiri meskipun masih sangat sederhana serta usaha dagang," kata Rahman yang juga Ketua HKTI Kecamatan Hamparan Perak.

Segala kebutuhan anggota Gapoktan seperti benih, pupuk dan obat-obatan kata Rahman sudah terpenuhi dari usaha dagang yang mereka kelola. (junita sianturi)