Siantar-andalas LKMA Gapoktan Lestari
Nagori Sitalasari Kecamatan Siantar, menggelar Rapat Anggota Tahunan
(RAT) ke-3 di Aula Gapoktan tersebut, kemarin. Ketua Gapoktan Lestari,
Basmin Sianipar mengatakan, pada awal berdirinya Gapoktan tersebut tahun
2010 lalu anggotanya hanya 68 orang, kini anggotanya telah bertambah
menjadi 98 orang.
Saat ini, Gapoktan Lestari telah berhasil membukukan laba sebesar Rp
172.837.221. Sementara dana pertama kali digulirkan sebesar Rp 100 juta
dari anggaran BLM PUAP Kementerian Pertanian.
Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana sebesar Rp 100 juta
dari bantuan BLM PUAP, yang dikembangkan melalui LKM Gapoktan dan
bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan
pinjam di bidang pertanian dan non perikanan.
Besarnya pinjaman kepada anggota maksimal Rp 2 juta yang bisa
diangsur selama 12 bulan. Kesuksesan Gapoktan ini tidak terlepas dari
peranserta seluruh Kelompok Tani, PPL, pangulu dan anggota kelompok.
"Hal ini tercapai, karena kita selalu menerapkan transparansi dan
kejujuran, petani betul-betul mendapat sentuhan pemberdayaan,"kata
Sianipar.
Pinjaman yang diberikan berbasis pertanian, seperti warga tidak
mempunyai lahan, dan banyak warga yang mempunyai usaha usaha.
Keberhasilan juga berkat pembinaan BP4K(Badan Pelaksana Penyuluhan
Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan).
"LKMA Gapoktan Lestari tahun 2013 meraih juara 1 tingkat Kabupaten
Simalungun dan juara 4 pada tingkat Sumatera Utara serta dipercaya
mengikuti studi banding ke Jawa Barat Juli 2013,"ungkapnya.
Camat Kecamatan Siantar Kandace Naborhu SE mengatakan, adanya
anggapan masyarakat yang menyebut dana PUAP adalah dana hibah untuk
dipinjam dan tidak perlu dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah
kepada masyarakat perlu diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat
sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya dan Gapoktan Lestari
perlu menjadi contoh bagi kelompok tani lain yang menerima dana
PUAP,"katanya.
Sementara, Suherman ST selaku konsultan atau PMT (Penyedia Mitra
Teknik) mengatakan, Gapoktan Lestari sudah harus melakukan musyawarah
meningkatkan menjadi LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis), karena
manajemen keuangan Gapoktan itu dalam keadaan sehat.
"Banyak Gapoktan di Simalungun, hanya Gapoktan Lestari yang berhasil
mengelola bantuan keuangan dari Kementerian Pertanian dengan baik tanpa
ada masalah,"sebutnya.
Pada pelaksanaan RAT tersebut, juga dilakukan pemilihan kepengurusan
yang baru periode 2014. Basmin Sianipar terpilih kembali secara aklamasi
sebagai ketua. Sedangkan, jabatan sekretaris dipercayakan kepada
Suyarmin dan Bendahara Sugianto.(LN)
Harianandalas.com