LKMA Gapoktan Lestari Nagori Sitalasari Gelar Rapat Anggota Tahunan

Diposting oleh Maz Duikin on Rabu, 16 Juli 2014

Siantar-andalas LKMA Gapoktan Lestari Nagori Sitalasari Kecamatan Siantar, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-3 di Aula Gapoktan tersebut, kemarin. Ketua Gapoktan Lestari, Basmin Sianipar mengatakan, pada awal berdirinya Gapoktan tersebut tahun 2010 lalu anggotanya hanya 68 orang, kini anggotanya telah bertambah menjadi 98 orang.

Saat ini, Gapoktan Lestari telah berhasil membukukan laba sebesar Rp 172.837.221. Sementara dana pertama kali digulirkan sebesar Rp 100 juta dari anggaran BLM PUAP Kementerian Pertanian.
Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana sebesar Rp 100 juta dari bantuan BLM PUAP, yang dikembangkan melalui LKM Gapoktan dan bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan pinjam di bidang pertanian dan non perikanan.

Besarnya pinjaman kepada anggota maksimal Rp 2 juta yang bisa diangsur selama 12 bulan. Kesuksesan Gapoktan ini tidak terlepas dari peranserta seluruh Kelompok Tani, PPL, pangulu dan anggota kelompok. "Hal ini tercapai, karena kita selalu menerapkan transparansi dan kejujuran, petani betul-betul mendapat sentuhan pemberdayaan,"kata Sianipar.
Pinjaman yang diberikan berbasis pertanian, seperti warga tidak mempunyai lahan, dan banyak warga yang mempunyai usaha usaha. Keberhasilan juga berkat pembinaan BP4K(Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kehutanan dan Ketahanan Pangan).
"LKMA Gapoktan Lestari tahun 2013 meraih juara 1 tingkat Kabupaten Simalungun dan juara 4 pada tingkat Sumatera Utara serta dipercaya mengikuti studi banding ke Jawa Barat Juli 2013,"ungkapnya.
Camat Kecamatan Siantar Kandace Naborhu SE mengatakan, adanya anggapan masyarakat yang menyebut dana PUAP adalah dana hibah untuk dipinjam dan tidak perlu dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah kepada masyarakat perlu diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya dan Gapoktan Lestari perlu menjadi contoh bagi kelompok tani lain yang menerima dana PUAP,"katanya.
Sementara, Suherman ST selaku konsultan atau PMT (Penyedia Mitra Teknik) mengatakan, Gapoktan Lestari sudah harus melakukan musyawarah meningkatkan menjadi LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis), karena manajemen keuangan Gapoktan itu dalam keadaan sehat.
"Banyak Gapoktan di Simalungun, hanya Gapoktan Lestari yang berhasil mengelola bantuan keuangan dari Kementerian Pertanian dengan baik tanpa ada masalah,"sebutnya.
Pada pelaksanaan RAT tersebut, juga dilakukan pemilihan kepengurusan yang baru periode 2014. Basmin Sianipar terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua. Sedangkan, jabatan sekretaris dipercayakan kepada Suyarmin dan Bendahara Sugianto.(LN)

Harianandalas.com