Kabupaten limapuluh kota -Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) Suri Indah, Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) Sinamar Kenagarian Sungai Rimbang Kecamatan
Suliki semakin menunjukan perkembangan sangat menggembirakan. Selama
tahun 2013 saja aset LKM-A ini bertambah sebesar Rp42,3 juta.
“Dalam tahun ini aset kita bertambah sebesar sebesar 34,3%
atau meningkat menjadi Rp223,3 juta pada akhir tahun 2013 dari saldo
akhir tahun 2012 sebesar Rp118 juta,” ungkap Ketua Gapoktan Sinamar
Hafrizal Har didampingi Manager Umum LKM-A Suri Indah Wiwid Defrianti
kepada wartawan di Suliki.
Sementara pendapatan kotor sebanyak Rp56,7 juta dan Sisa
Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp10 juta lebih. Sedangkan realisasi pinjaman
selama tahun 2013 sebesar Rp228,8 juta lebih yang dinikmati oleh 151
orang dari total anggoat 244 orang.
Penyaluran pinjaman terbesar berada pada sektor pemasaran
sebesar Rp67,2 juta (35%), sektor pertanian Rp46,8 juta (25%), sektor
peternakan Rp34,5 juta (19%), sektor hortikultura Rp24,7 juta (13%) dan
sektor perkebunan sebanyak Rp16 juta (9%).
Lebih lanjut dipaparkan, dana tersebut dihimpun dari tabungan dan simpanan kurban, masyarakat, pendidikan
dan simpanan hari raya sebanyak Rp31,9 juta. Berikut penyertaan/saham
sebesar Rp30,4 juta, modal Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)
Rp100 juta dan pinjaman revolfing Rp40 juta.
“Kami optimis peningkatan yang menggembirakankan ini akan
memacu LKM-A Suri Indah Gapoktan Sinamar lebih berkembang lagi dan
memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Perkembangan
tersebut membuktikan semakin tingginya kesadaran anggota kelompok tani
dan masyarakat yang tergabung di dalam lembaga permodalan milik petani
ini,” ungkap Hafrizal.
Hafrizal otimis dari perkembangan hingga akhir tahun 2013
tersebut, simpanan anggota dan masyarakat yang kini berjumlah Rp31,9
juta akan meningkat siknifikan hingga Rp100 juta pada tahun 2014 ini.
Begitu pula simpanan wajib dan penyertaan saham ditargetkan akan
bertambah sebanyak Rp60 juta dan pertambahan dari sumber dana lainnya.
“Kita memproyeksikan pendapatan kotor tahun depan naik
menjadi Rp70 juta dan laba bersih tidak akan kurang dari Rp15 juta. Jika
ini tercapai, maka aset hingga akhir tahun sekarang diperkirakan akan
mencapai Rp473 juta atau naik sebesar Rp250 juta dari aset sekarang
Rp223,3 juta,” yakin Hafrizal.(zal/dodi)
sumber : listasfakta.com