BERITA RIAU (ROKAN HULU),situsriau.com-Badan Ketahan Pangan
Penyuluhan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) dan Dinas Tanaman Pangan dan
Holti Kultura (TPH) Rohul gelar mimbar sarasehan Kelompok Tani Nelayan
Andalan (KTNA) dan Apresiasi Lembaga Mikro Agrobisnis (LKMA) kerja sama
dengan Kementerian Pertanian (Kemntan) RI di salah Hotel di Kota Pasir
Pangaraian, Kamis (24/10/2013).
Mewakili Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSI yitu Kepala BKP3 Rohul Ir. Ruslan, MSi, menyampaikan, para petani umumnya tinggal di pedesaan mereka harus memiliki kemampuan dalam merencanakan, mengelola dan mengembangkan usaha tani, guna untuk mensejahterakan mereka dan keluarganya. Maka menciptkan petani tangguh itu dimulai dari tangguhnya kelembagaan pemerintah dan non pemerintah untuk mengelolanya.
Dalam forum mimbar sarasehan ini akan terjalin dialog para kontak tani nelayan dengan pemerintah untuk membangun pertanian, kata Ruslan termasuk strategi peningkatan Gapoktan menjadi LKM-A agar para pertani mendapat akses ke sumber permodalan, maka KTNA itu harus berperan aktif di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya diterangkan Kepala BKP3 Rohul, program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian LKMA (PUAP) termasuk terobosan dari Kementan RI untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha agrobisnis di pedesaan. LKMA PUAP itu jadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), maka Gapoktan pelaksana LKMA PUAP itu harus masuk dalam tahapan kemandirian ekonomi masyarakat.
Di Rohul program PUAP dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu, bahkan Gapoktan di Rohul sudah mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP sampai tahun 2013, Kata Ruslan, Gapoktan sebanyak 144 berada di 144 Desa, tersebar di 16 Kecamatan telah banyak memberi manfaat bentuk fasilitasi pembiayaan usaha ekonomi produktif.
Ketua Panitia Erbina mengatakan, mimbar sarasehan KTNA dan Apresiasi pembentukan LKM-A itu dilaksanakan bertujuan, terciptanya pertukaran informasi tentang tata cara pembentukan LKM-A sebagai akses permodalan serta asuransi investasi, meningkatkan wawasan pengetahun Gapoktan dan KTNA agar berperan aktif membetuk LKM-A mandiri dan profesional.
Peserta dalam sarasehan itu dari anggota Gapoktan sebanyak 100 orang, tampil sebagai pemateri Direktorat Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP Kemantan RI Ir. Ikhwan, MM dengan materi kebijakan program PUAP dan Tata cara pemebntukn LKM-A, PT. Zurich Topas Life sosialiasi produk unit Link asuransi dan investasi, dan dari BRI Kanca Pasir Pangaraian Tata cara penyaluran SKIM Kredit KUR dan KKPE.
Hadir dalam kesempatan, selain dari Kementan-RI juga dihadiri Kepala, Dinas, Badan, Kantor, Pengurus KTNA se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Badan (UPTB) se Rohul, Pengurus KTNA Tingkat Kecamatan se Rohul Pengurus Gapoktan dan lainnya. (adv/hms)
Mewakili Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSI yitu Kepala BKP3 Rohul Ir. Ruslan, MSi, menyampaikan, para petani umumnya tinggal di pedesaan mereka harus memiliki kemampuan dalam merencanakan, mengelola dan mengembangkan usaha tani, guna untuk mensejahterakan mereka dan keluarganya. Maka menciptkan petani tangguh itu dimulai dari tangguhnya kelembagaan pemerintah dan non pemerintah untuk mengelolanya.
Dalam forum mimbar sarasehan ini akan terjalin dialog para kontak tani nelayan dengan pemerintah untuk membangun pertanian, kata Ruslan termasuk strategi peningkatan Gapoktan menjadi LKM-A agar para pertani mendapat akses ke sumber permodalan, maka KTNA itu harus berperan aktif di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya diterangkan Kepala BKP3 Rohul, program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pertanian LKMA (PUAP) termasuk terobosan dari Kementan RI untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha agrobisnis di pedesaan. LKMA PUAP itu jadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), maka Gapoktan pelaksana LKMA PUAP itu harus masuk dalam tahapan kemandirian ekonomi masyarakat.
Di Rohul program PUAP dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu, bahkan Gapoktan di Rohul sudah mendapatkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP sampai tahun 2013, Kata Ruslan, Gapoktan sebanyak 144 berada di 144 Desa, tersebar di 16 Kecamatan telah banyak memberi manfaat bentuk fasilitasi pembiayaan usaha ekonomi produktif.
Ketua Panitia Erbina mengatakan, mimbar sarasehan KTNA dan Apresiasi pembentukan LKM-A itu dilaksanakan bertujuan, terciptanya pertukaran informasi tentang tata cara pembentukan LKM-A sebagai akses permodalan serta asuransi investasi, meningkatkan wawasan pengetahun Gapoktan dan KTNA agar berperan aktif membetuk LKM-A mandiri dan profesional.
Peserta dalam sarasehan itu dari anggota Gapoktan sebanyak 100 orang, tampil sebagai pemateri Direktorat Pembiayaan Pertanian Dirjen PSP Kemantan RI Ir. Ikhwan, MM dengan materi kebijakan program PUAP dan Tata cara pemebntukn LKM-A, PT. Zurich Topas Life sosialiasi produk unit Link asuransi dan investasi, dan dari BRI Kanca Pasir Pangaraian Tata cara penyaluran SKIM Kredit KUR dan KKPE.
Hadir dalam kesempatan, selain dari Kementan-RI juga dihadiri Kepala, Dinas, Badan, Kantor, Pengurus KTNA se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) se Rohul, Unit Pelaksana Tekhnis Badan (UPTB) se Rohul, Pengurus KTNA Tingkat Kecamatan se Rohul Pengurus Gapoktan dan lainnya. (adv/hms)