Makassar (ANTARA News) – Menteri
Pertanian Suswono mengharapkan Gabungan Kelompok Tani di Provinsi
Sulawesi Selatan agar memiliki Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis.
“Pembentukan LKMA ini merupakan tujuan jangka panjang yang harus
dicapai oleh seluruh gapoktan,” ungkap Mentan di Makassar, Rabu.
Hadirnya LKMA merupakan sasaran dari pelaksanaan program
Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) agar petani tidak
mengalami kesulitan dalam hal permodalan.
Mentan menambahkan, LKMA ini nantinya dapat menjadi mitra perbankan,
sehingga penyaluran kredit bisa langsung dilakukan melalui gabungan
kelompok tani (gapoktan) dan lebih luas dalam meningkatkan program
agribisnis.
Agar LKMA ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan tenaga keuangan
mikro sebagai pendamping, namun tidak boleh mengintervensi dan
mengawasi, melainkan membantu dalam menjalankan roda ekonomi dalam LKMA
tersebut, tandasnya.
Keberadaan LKMA ini juga yang menjadi ukuran kemandirian suatu
gapoktan, sehingga bagi gapoktan yang mandiri dan dapat mengelola LKMA
dengan baik, maka akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah.
Pemberian penghargaan ini dimaksudkan agar gapoktan semakin bersemangat untuk mengelola LKMA semaksimal mungkin.
“Sebagai contoh, gapoktan di Kabupaten Ponorogo sudah memiliki modal
hingga Rp400 juta. Ini menunjukkan suatu kemandirian yang luar biasa,
dan harus dicontoh oleh seluruh gapoktan lain termasuk di Sulsel,”
tandasnya. (T.pso-103/S016)
Sumber : antaranews makassar