LKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Bae Kudus Bukukan Laba Rp 122,6 Juta

Diposting oleh Maz Duikin on Rabu, 16 Juli 2014

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Menjelang tutup buku anggaran, LKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Desa Bae, Kecamatan Bae, mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Balai Desa Bae, Rabu (5/3/2014).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Camat Bae, Kepala Desa bae, BPD Bae, PPL Pertanian di wilayah Kecamatan Bae, dan pengurus LKMA Gapoktan Tambah Makmur.

Ketua LKMA Gapoktan "Tambah Makmur", Moch. Rukin mepada awal berdirinya Gapoktan tersebut pada tahun 2010 anggotanya hanya 25 orang saja. Seiring berjalannya waktu, sampai dengan tahun 2013 anggota LKMA Gapoktan Tambah Makmur menjadi 73 orang.
"Gapoktan Tambah Makmur itu awalnya terbentuk dari 5 kelompok tani yang ada di Desa Bae," katanya.
Pada RAT yang ke-3 ini, LKM Gapoktan "Tambah Makmur" telah membukukan laba sebesar Rp. 122.607.821. Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana bantuan melalui LKM Gapoktan.

Dia menjelaskan, bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan pinjam di bidang pertanian non perikanan. Besarnya pinjaman kepada anggota maksimal adalah Rp. 2 juta yang bisa diangsur selama 12 bulan.
Camat Bae, Abdul Halil mengatakan, bahwa adanya anggapan masyarakat yang mengira dana PUAP adalah dana hibah untuk dipinjam dan tidak perlu dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah kepada masyarakat perlu diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya," katanya. (*)