TRIBUNJATENG.COM, KUDUS
- Menjelang tutup buku anggaran, LKMA Gapoktan "Tambah Makmur" Desa Bae,
Kecamatan Bae, mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Balai Desa
Bae, Rabu (5/3/2014).
Acara tersebut dihadiri oleh
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Camat Bae, Kepala Desa
bae, BPD Bae, PPL Pertanian di wilayah Kecamatan Bae, dan pengurus
LKMA Gapoktan Tambah Makmur.
Ketua LKMA Gapoktan "Tambah
Makmur", Moch. Rukin mepada awal berdirinya Gapoktan tersebut pada tahun
2010 anggotanya hanya 25 orang saja. Seiring berjalannya waktu, sampai
dengan tahun 2013 anggota LKMA Gapoktan Tambah Makmur menjadi 73 orang.
"Gapoktan Tambah Makmur itu awalnya terbentuk dari 5 kelompok tani yang ada di Desa Bae," katanya.
Pada
RAT yang ke-3 ini, LKM Gapoktan "Tambah Makmur" telah membukukan laba
sebesar Rp. 122.607.821. Laba tersebut diperoleh dari pengembangan dana
bantuan melalui LKM Gapoktan.
Dia menjelaskan,
bantuan dana PUAP yang diterima dari BLM ini digunakan untuk simpan
pinjam di bidang pertanian non perikanan. Besarnya pinjaman kepada
anggota maksimal adalah Rp. 2 juta yang bisa diangsur selama 12 bulan.
Camat
Bae, Abdul Halil mengatakan, bahwa adanya anggapan masyarakat yang
mengira dana PUAP adalah dana hibah untuk dipinjam dan tidak perlu
dikembalikan karena sudah dihibahkan pemerintah kepada masyarakat perlu
diluruskan.
"Karena dana PUAP itu merupakan dana bergulir kepada masyarakat sehingga harus berkelanjutan dalam pelaksanaannya," katanya. (*)