Penggunaan dana LKMA gapoktan puap harus tepat

Diposting oleh Maz Duikin on Selasa, 02 September 2014


KOTA-Bantuan dana hibah berupa program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (LKMA PUAP) harus tepat sasaran.  Untuk itu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep kemarin (12/12) menggelar rapat koordinasi (rakor) di kantor disperta. Peserta rakor terdiri dari perwakilan 16 gabungan kelompok tani (LKMA gapoktan). Total bantuan dana PUAP Rp 1,6 miliar.  Sedangkan masing-masing gapoktan mendapat bantuan Rp100 juta.


Nah, untuk menghindari penyalahgunaan dana hibah APBN 2012 itu, penegak hukum kemarin memaparkan agar tidak ada penyelewengan. Tidak hanya dari gapoktan, dari perwakilan Kades yang menerima LKMA PUAP juga hadir, termasuk penyuluh pendamping serta pihak terkait. Pantauan Jawa Pos Radar Madura, perwakilan dari polres dan kejaksaan mengimbau jangan sampai dana LKMA PUAP diselewengkan.

Kepala disperta saat membuka rakor menegaskan, gapoktan harus mempertanggungjawabkan dana LKMA PUAP. ”Karena tujuan dana hibah untuk meningkatkan usaha petani,” kata Bambang. Dia menegaskan, jika ada penyelewengan adalah tanggung jawab gapoktan, karena dana itu langsung masuk ke rekening masing-masing penerima. ”Kami akan terus pantau realisasi dana LKMA PUAP di bawah,” janji Kabid Agribisnis Disperta H M. Hafi di sela-sela rakor kemarin. (radar)


sumber : Maduraterkini.com